Sejarah ADIA

Bismillahirrahmanirrahim

Mukaddimah

Bahwasanya Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 perlu diisi dengan pembangunan di segala bidang demi tercapainya cita-cita masyarakat Indonesia yang berasaskan Pancasila dan berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan Nasional itu menjadi tanggung jawab setiap warga negara dan oleh karenanya memerlukan partisipasi yang sebesar-besarnya dari setiap warga negara.

Bahwasannya dosen merupakan insan yang merdeka lahir dan batin, penuh tanggung jawab, dan berani bertindak berdasarkan kebenaran ilmiah sebagai manifestasi pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bahwasannya ilmu adab mesti dikembangkan, baik sebagai ilmu pengetahuan maupun profesi demi kesejahteraan umat manusia, khususnya masyarakat Indonesia dalam usaha mengisi kemerdekaan itu. Disadari bahwa pengembangan ilmu adab akan akan lebih dapat berdaya guna dan berhasil guna apabila ilmuwan keadaban berhimpun dalam satu organisasi yang falsafah dasar pembentukannya mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Menyadari akan fungsinya yang begitu baik, dosen keadaban yang memiliki dedikasi yang tinggi dalam perwujudannya sebagai pencinta ilmu adab, berkewajiban menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, serta memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu adab dan untuk perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia yang maju, maka dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, para dosen dan ilmuwan adab se Indonesia, menghimpun diri dalam organisasi yang bernama Asosiasi Dosen-dosen Ilmu Adab se Indonesia

Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab (ADIA) dibentuk pertama kalinya pada Forum Dekan AdabĀ  UIN/IAIN/STAIN se Indonesia ke-7 yang dilaksanakan di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh di Daka Hotel, Jalan Lamprit 11, Banda Aceh pada tanggal 07 s/d 09 Nopember 2008 M, bertepatan dengan 08 s/d 10 Zulqaidah 1429 H. ADIA berkedudukan di Ibu Kota Negara (Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Secara legal formal, ADIA telah memiliki Akta Notaris No. 25 tanggal 29 Juli 2009.

Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab ( ADIA) berasaskan Islam dan Pancasila. ADIA bersifat independen, mandiri dan mengedepankan kegiatan keilmuan, terutama ilmu-ilmu keadaban dan humaniora dalam Islam yang sangat terkait dengan keumatan dan kemasyarakatan